MANAJEMEN INPUT, PROSES DAN OUTPUT
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
Disusun dalam rangka memenuhi tugas matakuliah
“Manajemen Pendidikan Islam Pra Sekolah”
Dosen Pengampu:
Erwin Indrioko, M.Pd.I
Disusun Oleh:
Citra Naila Warda 932409518
M. Heri Irawan 932410618
Achmad As’ari 932412118
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KEDIRI
2020
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu. Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak – pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi para pembacanya.
Kediri, 4 Maret 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Manajemen Input Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2
B. Manajemen Proses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 5
C. Manajemen Output Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan merupakan hubungan antar pribadi pendidik dengan yang dididik yang terjadi dalam pergaulan. Karena dalam pergaulan terjadi kontak atau hubungan yang pada akhirnya melahirkan tanggung jawab pendidikan atas rasa tanggung jawab demi kepentingan dan keselamatan peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan sebagai bagian integral dalam pembangunan harus memiliki mutu pendidikan yang baik. Mutu pendidikan adalah gambaran atau karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menentukan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat. Adapun dalam konteks pendidikan, bahwa mutu pendidikan itu mencakup input, proses, dan output pendidikan. Dalam proses kependidikan, manusia harus dipandang sebagai objek sekaligus sebagai subjek kependidikan. Maka dari itu, pada makalah ini kami akan membahas mengenai input pendidikan, proses pendidikan dan output pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Rumusan Masalah
Apakah yang dimaksud dengan Input Pendidikan?
Apakah yang dimaksud dengan Proses Pendidikan?
Apakah yang dimaksud dengan Output Pendidikan?
Tujuan Penulisan
Mengetahui pengertian Input Pendidikan.
Mengetahui pengertian Proses Pendidikan.
Mengetahui pengertian Output Pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
Manajemen Input Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Sekolah yang memiliki input manajemen yang memadai untuk menjalankan roda sekolah. Kepala sekolah dalam mengatur dan mengurus sekolahnya menggunakan sejumlah input manajemen. Kelengkapan dan kejelasan input manajemen akan membantu kepala sekolah mengelola sekolahnya dengan efektif. Input manajemen yang dimaksud meliputi; tugas yang jelas, rencana yang rinci dan sitematis, program yang mendukung bagi pelaksanaan rencana, ketentuan-ketentuan (aturan main) yang jelas sebagai panutan bagi warga sekolahnya untuk bertindak, dan adanya sistem pengendalian mutu yang efektif dan efisien untuk menyakinkan agar sasaran yang telah disepakati dapat dicapai.
Dapat di simpulkan bahwa Input Pendidikan adalah segala sesuatu yang harus ada dan tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Segala sesuatu yang dimaksud berupa sumber daya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses, misalnya ketenagaan, kurikulum, peserta didik, biaya, organisasi, administrasi, peran serta masyarakat, kultur sekolah dan sub komponen, regulasi, sarana dan prasarana.
Input sumberdaya meliputi sumber daya manusia (kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa) dan sumberdaya selebihnya (peralatan, perlengkapan,uang, bahan,dsb). Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah,perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana,program, dsb). Input harapan-harapan meliputi berupa visi, misi, tujuan dan sasaran-sasarn yang ingin di capai oleh sekolah. Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari kesiapan input. Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin tinggi pula mutu input tersebut.
Manajemen Input dalam sebuah lembaga pendidikan pada dasarnya mencakup banyak hal. Beberapa diantaranya adalah input kurikulum, input sarana prasarana, input anak didik dan lain sebagainya. Tetapi manajemen input yang akan dibahas disini dibatasi pada manajemen input anak didik.
Manajemen input dipandang penting karena manajemen dibidang ini sangat menentukan perkembangan atau majunya sebuah lembaga PAUD. Artinya lembaga PAUD dikatakan berkembang dan maju jika mendapatkan input anak didik yang memenuhi kuota yang telah ditentukan. Dengan kata lain besar kecilnya sebuah lembaga PAUD diukur dari seberapa besar jumlah orang tua dan masyarakat yang mempercayakan anak-anak mereka kepada lembaga yang bersangkutan.
Walaupun tolak ukur ini hanya ditinjau dari segi kuantitas, bukan secara kualitas. Namun, kuantitas di lingkungan PAUD pada dasarnya mencerminkan kualitas dari lembaga PAUD tersebut. Logika sederhanya, jika memang lembaga PAUD yang bersangkutan tidak berkualitas, hampir bisa dipastikan tidak ada orang tua yang akan mempercayakan anak kandungnya pada lembaga tersebut. Begitu juga sebaliknya, Bahkan peminat bukan hanya orang tua pada lingkungan sekitar PAUD, tetapi dari luar kota bahkan luar negeri. Sehingga dalam proses pembelajaran di PAUD harus dirancang secara aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan terpadu menyesuaikan perkembangan anak. Untuk dapat mewujudkannya, pembelajaran melalui kegiatan bermain yang dianggap sesuai dengan pendekatan-pendakatan yang telah disebutkan.
Adapun karakteristik dari input pendidikan antara lain sebagai berikut:
Memiliki Kebijakan Mutu
Tujuan sekolah jelas tentang kebijakan mutu
Kebijakan mutu disusun oleh kepala sekolah dan disosialisasikan kepada warga sekolah
Pemikiran, tindakan, kebiasaan, karakter diwarnai kebijakan mutu.
Memiliki Harapan Prestasi yang Tinggi
Memiliki dorongan prestasi anak didik dan sekolah yang tinggi
Kepala sekolah memiliki komitmen dan motivasi tinggi untuk mutu
Guru dan karyawan memiliki komitmen dan motivasi tinggi untuk mutu anak didiknya, walau sumber daya sekolah terbatas.
Fokus pada Pelanggan
Pelanggan, terutama peserta didik sebagai fokus kegiatan sekolah
Pemuasan pelanggan dengan mendayagunakan sumberdaya maksimal
Manajemen yang Tertata dan Jelas
Rencana sistematis dan rinci
Tugas jelas
Program pendukung rencana
Aturan main yang pasti
Kendali mutu yang berjalan efektif dan efisien.
Manajemen Proses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Proses pendidikan merupakan kejadian berubahnya menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input, sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. Dalam pendidikan (tingkat sekolah), proses yang dimaksud meliputi proses pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, proses belajar mengajar serta proses monitoring dan evaluasi, dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses lainnya.
Pemerintah sendiri telah mengatur standar proses pelaksanaan pembelajaran di PAUD. Standar proses tersebut mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengawasan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran pada PAUD meliputi program semester (prosem), rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM), dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Pelaksanaan pembelajaran pada PAUD dilaksanakan melalui bermain secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, kontekstual, dan berpusat pada anak untuk berpartisipasi aktif serta memberikan keleluasaan bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis anak.
Suatu Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengoordinasian dan penyerasian serta pemaduan input sekolah (guru,siswa, kurikulum, uang, peralatan, dsb) dilakuakan secara harmonis dan terpadu sehingga mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable), mendorong motivasi dan minat belajar dan benar- benar mampu memberdayakan peserta didik. Kata memberdayakan mengandung arti bahwa peserta didik tidak hanya sekedar menguasai pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya, akan tetapi pengetahuan tersebut juga telah menjadi muatan nurani peserta didik, dihayati, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan yang lebih penting lagi peserta didik mampu belajar secara mandiri.
Manajemen proses adalah pengelolaan pendidikan yang mencangkup segala aspek pembelajaran. Dengan demikian manajemen proses adalah pengelolaan bagaimana caranya agar proses pembelajaran dilembaga PAUD dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efesien. Karena proses pembelajaran di PAUD adalah syarat dengan permainan edukatif, maka sebagian besar proses pendidikan juga harus dengan permainan.
Dalam berbagai penelitian disebutkan bahwa anak belajar dengan bermain. Inilah sebabnya banyak lembaga PAUD yang menggunakan selogan “belajar seraya bermain”. Fungsi manajemen proses adalah mengelola agar anak didik dapat bermain atau belajar dengan teratur, penuh semangat dan rasa riang. Sebab dengan bermainlah anak-anak hidup bahagia dan menjadi cerdas karenanya.
Hingga saat ini hampir semua lembaga PAUD telah menyadari arti akan pentingnya bermain bagi anak. Tetapi bagi orang tua sepertinya bermain masih dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, jika lembaga PAUD berharap anak didiknya tumbuh kembang dengan cedas maka salah satu caranya adalah menguatkan keluarga (orang tua) terutama arti pentingnya bermain bagi anak-anak mereka. Sebab secara tidak langsung rumah adalah “sekolah” pertama dan utama bagi anak-anak. Alasannya waktu belajar melalui bermain jauh lebih banyak dirumah dari pada dilembaga PAUD. Oleh karena itu jika anak-anak di PAUD diajarkan berbagai bentuk permainan, maka dirumahlah anak-anak mempraktikkannya ulang dan mengembangkan permainan yang diperoleh disekolah PAUD tersebut.
Kondisi belajar melalui bermain yang demikian itu tidak akan terjadi jika orang tua tidak mempunyai pandangan yang sama dengan sekolah (PAUD) mengenai arti pentingnya bermain bagi anak. Dalam hal ini lembaga PAUD harus menyosialisasikan program bermain untuk anak kepada orang tua. Salah satu bentukya yaitu dengan cara mengadakan pengajian rutin setiap bulan yang dihadiri oleh masyrakat sekitar, wali siswa, dan guru-guru PAUD. Kegiatan semacam ini merupakan bagian dari manajemen proses dalam kelembagaan PAUD.
Manajemen Output Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Output pendidikan merupakan kinerja sekolah. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses atau perilaku sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitas, efektivitas, produktivitas, efisiensi, inovasi, kualitas kehidupan kerja dan moral kerjanya. Khusus yang berkaitan dengan kualitas atau mutu output sekolah dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas atau bermutu tinggi jika adanya prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik, berupa nilai ulangan harian, nilai dari portopolio, nilai ulangan umum atau pencapaian ketuntasan kompetensi , NUN atau UAS, karya ilmiah, lomba akademik, karya-karya lain peserta didik. Prestasi non akademik seperti IMTAQ, kejujuran, kesopanan, olahraga, kesenian, keterampilan dan sebagainya. Mutu sekolah dipengaruhi oleh banyak tahapan yang saling berhubungan (proses) seperti perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
Output adalah dampak dari sebuah proses. Dengan kata lain jika proses baik maka dipastikan hasil outputnya juga baik. Demikian pula sebaliknya jika proses tidak baik maka outputnya tidak baik. Karena output hanya sebatas dampak atau akibat sebuah proses. Hal ini bekaitan dengan sistem evaluasi yang dilaksanakan lembaga PAUD yang bersangkutan. Sebab hanya dengan evaluasilah akan ditemukan tolak ukur keberhasilan yang jelas mengenai capaian tumbuh kembang anak.
Didalam evaluasi proses pembelajaran PAUD akan ditemukan sejumlah gambaran atau sajian informasi lengkap tentang perubahan aspek perkembangan anak didik setelah melalui serangkaian proses pembelajaran yang sangat panjang. Evaluasi biasanya dilakukan setelah pelaksanaan program pembelajaran yang disebut SKH (Satuan Kegiatan Harian). Dari sinilah dapat diketahui bagaimana para guru melakukan identifikasi langsung berbagai keberhasilan anak ketika proses pembelajaran sedang berlangsung.
Biasanya evaluasi pencatatan didalam SKH hingga ilustrasi dalam bentuk tabel sebagaimana dijelaskan diatas dilakukan setiap minggu sekali. Tetapi pencatatan SKH tetap dilakukan setiap hari. Kemudian catatan dalam SKH akan menjadi data awal setiap aktivitas pembelajaran berikutnya. Dengan demikian setiap anak akan mendapatkan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan tumbuh kembangnya.
Proses evaluasi hingga menghasilkan gambaran hasil output anak didik memang sangat rumit. Tetapi justru dengan kerumitan itulah tumbuh kembang anak secara lengkap dan utuh dapat diketahui dengan jelas.
Manajemen output adalah rekapitulasi hasil evaluasi dari hari ke hari minggu ke minggu, bulan ke bulan, semester dan semester, tahun ke tahun. Semua data evaluasi disusun secara sistematis sehingga pola perkembangan anak dapat dilihat secara sistematis dari hari ke hari hingga tahun ke tahun.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pemaparan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa, input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan atau diperlukan untuk berlangsungnya proses pendidikan, sesuatu yang dimaksud berupa sumber daya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsungnya proses. Proses pendidikan merupakan kejadian berubahnya menjadi sesuatu yang lain. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input, sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. Output pendidikan adalah kinerja sekolah, sedangkan kinerja sekolah itu sendiri adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses atau perilaku sekolah.
Saran
Demikianlah makalah ini kami buat, kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan. Guna perbaikan makalah berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Evi, Manajemen Input, Proses dan Output PAUD, diakses dari http://paudceriasamaevi.blogspot.com/2012/06/manajemen-input-proses-dan-output-paud.html, pada tanggal 1 Maret 2020 Pukul 10.30.
Dikmenum.1999. Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah: Suatu Konsepsi Otonomi Sekolah (Paper Kerja).Jakarta: Depdikbud.
Resa Rahmawati, Input dan output PAUD, diakses dari http://resaramti.blogspot.com/2015/06/input-output-paud.html?m=1, pada tanggal 1 Maret 2020 pukul 11.20.
Aziz, Thorik.2018. “Manajemen Input, Proses, dan Output PAUD Berbasis Alam (Studi Analisis di TK Jogja Green School Yogyakarta), Seling: Jurnal Pogram Studi PGRA. Vol. 4 No. 2.

No comments:
Post a Comment